Mengekspresikan Diri Lewat Puisi
Mengekspresikan Diri Lewat Puisi
Salah satu ilmu yang paling tua di dunia adalah ilmu mengenai sastra di karenakan sejak awal manusia diciptakan, manusia telah belajar berbicara dan menulis sejak lahir meskipun memang banyak perkembangan yang terjadi dalam dunia sastra. Bahkan, tercatat dalam sejarah bangsa arab , penyair memiliki kedudukan khusus di masyarakat arab. Bagi banyak orang khususnya penyuka sastra, tentu tak asing lagi dengan puisi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunannya larik dan bait. Contoh puisi :
Oleh : Mellyana F
Ironi nafsiku bukanlah fiksi
Busungkan dada tegapkan diri
Sadarkan diri ini punya
potensi
Buang kicauan orang tak berarti
Dayaku bukan sekedar bualan
kosong tak berdefinisi
Gawaiku dengan bejibun energi
Sebab aku ingin kapabel bukan
sekedar mengetahui
Semua eksamen kan ku hadapi
Aku mampu aku bisa pasti
Mimpiku membumbung kelangit
tinggi
Tau bahwa aku mampu berdiri
Kalahkan lawan yang
menghalangi
Selain puisi, banyak karya sastra lain misalkan contohnya cerpen, novel, artikel, prosa dan lainnya, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa puisi menempati tempat khusus bagi penikmat sastra. Puisi terbagi kepada puisi lama dan puisi baru. Puisi lama meliputi matra, seloka dan syair sedangkan puisi baru seperti balada, himne juga ode. Seiring perkembangan zaman Puisi menjadi bukan hanya sebagai karya sastra tapi juga bentuk seni tertulis untuk mengekspresikan diri. Namun sangat disayangkan, banyak penyair sekarang, baik pemula ataupun bukan, lebih mementikan gaya bahasa dan bukan pokok puisi tersebut, hingga bahkan puisi, tidak sedikit juga yang menggunakan puisi sebagai media menghina atau menyindir orang. Padahal bagus tidaknya puisi dilihat juga salah satunya dari makna yang terkandung dalam puisi itu sendiri.
Komentar
Posting Komentar